GBI HOUSE OF GRACE

E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 

Berjalan Dalam Roh

Mari kita lihat dalam Kejadian 37-39. Suatu tanda tanya besar, mengapa Kejadian 38 diselipkan di antara Kejadian 37 dan 39.
Karena Kejadian 37 menceritakan bagaimana saudara-saudara Yusuf menjualnya kepada orang Midian, dan bagaimana akhirnya Yusuf dijual kepada Potifar, pegawai Firaun Mesir.
Tetapi Kejadian 38 diawali dengan kisah tentang Yehuda.
Kejadian 38:15-18 Di sini kita melihat tindakan kedagingan Yehuda, dia tidak bisa mengendalikan diri.
Kejadian 39:1 Kisah dilanjutkan dengan Yusuf menjadi budak di Mesir.
Mengapa Kejadian 38 disisipkan antara Kejadian 37 dan 39? Bukankah lebih masuk akal kalau menghubungkan Kejadian 37 dengan Kejadian 39, karena kisahnya sama, tentang Yusuf?


Saya percaya sang penulis menempatkan Kejadian 38 untuk menunjukkan perbandingan antara dua orang saudara : Yusuf dan Yehuda.
Kisah ini menunjukkan kepada kita perbedaan serta perbandingan dua orang saudara.
Waktu kita berjalan bersama Tuhan, kita akan selalu menghadapi situasi dan keadaan ini. Saudara hraus memilih antara “dipimpin Roh” atau “dipimpin kedagingan”.
Efesus 4:1 Kata “hidupmu” dalam KJV = walk. Paulus mengatakan bahwa kehidupan Kristen kita adalah suatu perjalanan!
Selama kita melakukan perjalanan sepanjang jalan ini, kita perlu berhati-hati dengan pilihan yang kita ambil.
Ambil keputusan berdasarkan motif serta pimpinan rohani, jangan berdasarkan keinginan daging.

Efesus 4:17 Paulus mengatakan bahwa kita tidak boleh hidup seperti orang tidak percaya hidup. Ayat 18-24 Banyak orang ingin mengenakan manusia baru tanpa lebih dahulu menanggalkan manusia lama.Tapi hal ini tidak mungkin.
Paulus menunjukkan tiga jalan yang perlu kita “jalani” (Efs. 5):
1. Berjalan dalam Kasih (Efesus 5:1-7).
2. Berjalan dalam Terang (Efesus 5:8-14).
3. Berjalan dalam Hikmat (Efesus 5:15-21).
Sebelum akhirnya dia sampai ke Efesus 5:22 & Efesus 5:33


Setelah Paulus menyelesaikan urusan bagaimana suami istri harusnya berlaku, dia kemudian melanjutkan dengan hubungan orang tua dan anak (Efesus 6:1-4)
Kemudian Paulus melanjutkan hubungan antara Boss dan pekerja (Efesus 5:5-9).
Saudara bisa lihat, ada suatu urutan yang tepat bagaimana seharusnya perilaku kita sebagai orang Kristen. Dengan kata lain, bagaimana berjalan dalam kehidupan yang sepadan dengan panggilan kita!
Prioritas dalam urutan ini:
1. Kehidupan rohani kita (Efesus 4:1-5:21)
2. Kehidupan pernikahan kita (Efesus 5:22-33)
3. Anak-anak kita (Efesus 6:1-4)
4. Pekerjaan kita (Efesus 6:5-9)


Dari Kejadian 37-39, kita melihat kisah dua orang bersaudara dan konsekuensi atau berkat sebagai hasil pilihan yang mereka buat.
Itu sebabnya mari kita memeriksa diri kita, dan kalau kita telah menyimpang dari jalan yang telah ditetapkan, marilah kita kembali. Kalau prioritas kita tidak tepat dan perspektif kita, marilah kita kembali.


Marilah kita membuat pilihan yang benar; marilah berjalan dalam Roh.

 

Sumber : sttbtheway

Gallery Foto

PC210959 CIMG0019 FXT13030 DSC00807 CIMG0018 FXT13011 DSC05325 PC230003 P4191772 Image055

Features

Permohonan Doa














Security Code
  


 

Renungan

Yohanes 19:29, “Di situ ada sebuah mangkuk penuh dengan air anggur yang asam. Maka sebuah bunga karang dicelupkan ke dalam air anggur itu, dan dicucukkan pada setangkai hisop, lalu diulurkan ke bibir Yesus”. TB (Terjemahan Baru).


Yohanes 19:30, “Yesus mengecap air anggur itu lalu berkata, “Sudah selesai!” Lalu la menundukkan kepala-Nya dan meninggal,” BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari). Istilah penderitaan seperti yang terdapat dalam versi Bahasa Indonesia Sehari-hari, digunakan istilah cawan. Bila demikian maka istilah cawan dalam Terjemahan Baru Indonesia melambangkan penderitaan. Bandingkan Mazmur 75:9.


Sebelum lebih jauh berbicara mengenai  perkataan Tuhan Yesus di atas kayu salib, baiklah kita melihat kembali sebuah pergumulan yang mendahului ungkapan-ungkapan-Nya. Dalam Injil Matius 26:38-39 Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, “Hati-Ku sedih sekali, rasanya seperti akan mati saja. Tinggallah kalian di sini, dan turutlah berjaga-jaga dengan Aku.” Kemudian Yesus pergi lebih jauh sedikit, lalu la tersungkur ke tanah dan berdoa. “Bapa,” kata-Nya, “kalau boleh, jauhkanlah daripada-Ku penderitaan yang Aku harus alami ini. Tetapi jangan menurut kemauan-Ku, melainkan menurut kemauan Bapa saja.” (BIS)

Read more...

We have 13 guests online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday392
mod_vvisit_counterYesterday1106
mod_vvisit_counterThis week12514
mod_vvisit_counterLast week11238
mod_vvisit_counterThis month38556
mod_vvisit_counterLast month62386
mod_vvisit_counterAll days1666057