GBI HOUSE OF GRACE

E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 

Bangkitlah Dan Menjadi Teranglah! (2)

III. LANGKAH-LANGKAH KE ARAH TEROBOSAN KELIMPAHAN

1. Mencari Air

Tuhan sudah berbicara kepada Ishak bahwa Dia akan memberkati keluarganya dan Tuhan memberikan Ishak hikmat, yaitu : cari air!

Air berbicara tentang sesuatu yang sangat vital keluarga besar yang mempunyai ternak dan tanaman. Bagaimana Ishak mencarinya? Dia menggali kembali sumur-sumur ayahnya, Abraham - yang pernah ditimbun oleh orang-orang Filistin.
Pada masa kini air berbicara tentang sesuatu yang amat vital bagi hidup kita. Yesus mengumpamakan diriNya sebagai Roti Hidup dan Air Hidup. (Yohanes 4:10-11; 6:35, 48, 51; 7:38). Sebagai orang percaya masa kini, kita harus senantiasa mengutamakan untuk mencari hadirat dan tuntunan Tuhan bagi hidup kita.

2.  Menghindari Pertengkaran dan Mengalah

•        Yang luar biasa, di tempat pertama oleh karena Ishak memang diberkati, begitu menggali sumur keluarlah mata air yang berbual-bual airnya. Tetapi itu tidak lama karena gembala-gembala Filistin datang dan berkata, “Ini punya kami! Kamu harus pergi ...!” Para gembala itu mengajak Ishak bertengkar, tetapi apa yang dilakukan Ishak?

Ishak menjadi terang dan berkata kepada anak buahnya, “Buat apa kita bertengkar gara-gara ini, sudahlah ...” Mungkin saja anak buahnya berkata, “Mana bisa!”, tetapi Ishak berkata, “Sudahlah, kita pergi saja ...” Dan tempat itu dinamakan Esek yang artinya ‘perselisihan’.

•        Lalu Ishak pergi ke tempat kedua dan Ishak tetap diberkati karena begitu menggali sumur, keluarlah airnya yang berbual-bual. Tetapi tidak lama juga sukacita itu sebab gembala-gembala Filistin datang dan mengajak bertengkar, “Ini punya kami! ... Ini punya kami!”

Tetapi Ishak kembali mengalah dan berkata, “Sudahlah, jangan kita bertengkar, marilah kita pergi ...” Maka dinamailah tempat itu Sitna yang artinya ‘berselisih lagi’.

•        Lalu Ishak pergi ke tempat yang ketiga yang bernama Rehobot , di situ dia menggali sumur dan Tuhan memberkatinya sehingga air keluar berbual-bual, tetapi kali ini tidak ada pertengkaran lagi.  Perhatikan apa yang kemudian dikatakan Ishak, “Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini.” (Kejadian 26:22). Artinya Ishak mengerti bahwa pertengkaran di mana dia diserang dan dicemburui itu semuanya atas seizin Tuhan. Tergantung bagaimana respon Ishak karena Tuhan mau melihatnya.

Jadi orang yang mau diberkati itu tergantung responnya terhadap masalah yang datang dalam hidupnya dengan seijin Tuhan. Tahun 2011 adalah Tahun Transisi, keadaan kita bisa menjadi lebih baik atau lebih buruk, itu tergantung respon kita. Mungkin Saudara ada yang sedang mengalami hal seperti ini di mana engkau sedang diberkati sekarang. Tetapi itu belum selesai karena Tuhan akan memberikan berkat-Nya dengan multiplikasi dan promosi. Tetapi Tuhan menguji kita terlebih dahulu. Kalau secara akal pikiran, Ishak ini kaya. Dia bisa menyewa tentara atau tukang pukul untuk menghadapi para gembala Filistin. Tetapi itu tidak dilakukan Ishak; sebaliknya dia berkata, “Untuk apa seperti itu, berkat datangnya dari Tuhan dan Tuhan akan menggantinya”.

Meskipun Ishak diuji berkali-kali, namun dia tetap setia. Mungkin dalam ujian pertama dia bisa lebih mudah berhasil, tetapi kalau sudah berkali-kali tentu tidak semudah itu.

Tuhan pernah berkata, “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.” (Matius 5: 39–41).

Kalau Saudara melakukan hal ini berarti Saudara juga melakukan apa yang dilakukan Ishak, yaitu menjadi terang! Menjadi terang itu memang tidak gampang, tetapi Ishak bisa melakukannya. Dan Tuhan tidak mungkin menyuruh kita melakukan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan. Semua hanya tergantung kepada kita, apakah kita mau mengalami multiplikasi dan promosi atau tidak?

Saudara, sampai di Rehobot airnya keluar dan mereka bersukacita, lalu mereka pindah serta menggali lagi. Pada saat menggali itu, Tuhan menampakkan diri kepada Ishak dan berkata, “Aku berjanji keluargamu akan Aku berkati berlimpah-limpah!” Dan janji berkat itu bukan hanya kekayaan secara materi tetapi juga dalam keluarga. Apakah Saudara mau keluarganya diberkati?

Setelah itu apa yang terjadi? Raja Filistin yang bernama Abimelekh, yang pernah mengusir Ishak datang kepadanya. Ishak pun terkejut dan berkata, “Mengapa kamu datang kepadaku, bukankah kamu benci kepadaku?” Tetapi Abimelekh berkata, “Aku datang mau mengadakan perjanjian damai dengan kamu!” Bayangkan seorang raja yang memiliki prajurit datang kepada Ishak. Kalau raja itu mau menyerang Ishak tentu mudah saja. Ishak juga kaya sehingga dia bisa menyewa tentara, jadi bisa saja dulu timbul peperangan. Tetapi Abimelekh adalah Raja Filistin di mana Ishak dulu tinggal di daerahnya. Dan tahukah Saudara apa kata Abimelekh? Raja Filistin itu berkata, “Aku melihat Tuhan memberkati engkau!”

Saudara, pernahkah Saudara bayangkan seandainya setiap kali gembala-gembala Abimelekh ini datang untuk mengajak bertengkar kemudian Ishak meladeni pertengkaran itu, maka Abimelekh tidak akan sampai berkata, “Aku melihat Tuhan memberkati engkau!” Pasti Ishak akan dikutuki habis-habisan dan tidak mungkin juga Ishak diberkati.

Saudara yang dikasihi Tuhan, saya tahu ini adalah pesan Tuhan bagi kita. Mungkin ada di antara Saudara yang hari-hari ini sedang diberkati Tuhan, mungkin Saudara mulai diganggu yang macam-macam, tetapi satu hal : jangan bertengkar!

Berkat-berkat dalam kehidupan keluarga

Tadi saya renungkan bagaimana Tuhan membukakan sesuatu yang vital, yaitu air yang dicari terlebih dahulu sebagai dasar untuk berkat dalam keluarga. Dan kalau Saudara membaca Mazmur 128, maka dikatakan bahwa kunci berkat dalam keluarga adalah kepala keluarga itu harus takut kepada Tuhan. Inilah yang harus digali sungguh-sungguh. Kalau Saudara mau diberkati dalam keluarga bahkan sampai anak-cucu, maka kepala keluarga harus takut kepada Tuhan!

Saya pernah diberi data sebagai berikut:

•        Jika dalam satu keluarga; ibunya sungguh-sungguh dengan Tuhan dan ayahnya kurang sungguh-sungguh, maka prosentase anak-anaknya yang sungguh-sungguh sekitar 30%.

•        Jika dalam satu keluarga; ayahnya sungguh-sungguh kepada Tuhan dan ibunya kurang sungguh-sungguh, maka prosentase anak-anaknya yang sungguh-sungguh sekitar 70%.

•        Tetapi kalau ayah dan ibunya sungguh-sungguh dengan Tuhan, maka prosentase anak-anaknya yang sungguh-sungguh adalah 100%.

Saya tidak berbicara apakah itu keluarga pendeta atau bukan pendeta, semua sama karena semua orang berurusan dengan Tuhan, tetapi data ini bisa dijadikan pegangan. Mari gali ini terus supaya keluargamu diberkati Tuhan.


KESAKSIAN PELAYANAN

Saya mau bersaksi tentang bagaimana Tuhan mempromosikan dan memultiplikasikan kehidupan saya.

Dulu saya adalah seorang businessman yang dibuat bangkrut oleh Tuhan gara-gara dipanggil Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan tetapi tidak taat. Melalui situasi itu saya dipaksa untuk menjadi hamba Tuhan, dan kepada saya Tuhan memberikan satu tugas khusus, yaitu merestorasi Pondok Daud, yaitu doa, pujian dan penyembahan. Jadi saya adalah orang pertama di Indonesia yang fulltime pelayanan di bidang ini. Karena ini adalah satu pelayanan yang pertama pasti tidak banyak orang yang tahu akan hal ini, bahkan hanya sedikit orang yang mengerti tentang pelayanan ini.

Saya mulai disuruh oleh Tuhan untuk pelayanan ke mana-mana dan diberikan lagu sehingga orang-orang mulai melihat walaupun belum menangkapnya. Suatu saat Bapak Alex Abraham Tanuseputra datang kepada saya dan berkata, “Nik, jadi pendeta saja di GBI”. Awalnya saya menjawab bahwa itu tidak perlu dan biarlah saya tetap seperti ini, tetapi beliau tetap menyuruh saya sehingga akhirnya saya meng-iyakan.

Lalu saya didaftarkan untuk menjadi Pendeta Pembantu (Pdp) di Gereja Bethel Indonesia. Tetapi apa yang terjadi? Ternyata saya ditolak jadi pendeta! Mengapa? Sebab pelayanannya tidak jelas! Waktu itu saya sempat shock dan berkata kepada Pak Alex, “Sudahlah, saya tidak usah jadi pendeta-pendetaan!” dan beliau menenangkan saya serta berkata, “Nik, jangan begitulah ...”

Akhirnya saya diterima sebagai Pendeta Pembantu – mungkin dengan agak terpaksa, namun tiba-tiba Tuhan memakai saya. Saya bukanlah keluaran Sekolah Teologia sehingga saya tidak mengerti bagaimana kode etik dalam menanam gereja. Tetapi tiba-tiba Tuhan menyuruh saya untuk membuka dan saya ingat pernah pada tahun 1996–1998, dalam masa 1½ tahun, saya pernah menanam ± 200 gereja!

Apa yang terjadi? Hal itu menggemparkan Sinode dan bahkan Indonesia! Ketua Umum Sinode menanyakan bagaimana bisa sampai demikian; karena memang terjadi kegoncangan di Indonesia.

Saya memang tidak memahami etika dalam pembukaan gereja, tetapi untung saya tidak mengerti, sebab kalau saya mengerti maka tidak mungkin saya akan membuka gereja. Karena ketidaktahuan saya dan saya menganggap ini pesan Tuhan, namun kemudian hal ini menimbulkan goncangan.

Akibatnya selama 11 (sebelas) tahun hubungan saya dengan sesama hamba-hamba Tuhan di lingkungan GBI menjadi kurang harmonis. Selama 11 tahun itu jika ada Sidang MD (yang biasanya diadakan setahun sekali) maka saya hanya hadir pada acara pembukaan dan penutupan. Mengapa? Saya tidak berani hadir di sepanjang sidang karena saya terus menerus dipermasalahkan dalam hal penanaman gereja tersebut.

Saya tidak pernah lupa dengan Om Ho (Pdt. Prof. Dr. Ho Lukas Senduk) yang sudah almarhum sekarang. Beliau adalah bapa atau pendiri GBI. Beliau selalu menunggui saya selama bertahun-tahun. Kalau saya datang, beliau menggandeng saya dan berkata, “Niko, jangan ladeni mereka. Jangan ladeni ...” Saya hanya menjawab, “Ya Om ... ya.” Ketika itu saya hampir tidak kuat lagi. Tetapi satu hal yang saya ingat adalah saya belum pernah mengajak mereka bertengkar. Jadi setiap kali diserang, saya selalu mundur dan menghindarinya. Dan itu yang saya lakukan terus.

Gereja pun lalu berkembang dan hingga hari ini gereja yang sudah ditanam ± 800 gereja yang tersebar di benua-benua; bahkan di Afrika pun sudah ada. Dan jemaat yang berbakti di wadah ini termasuk anak-anak berjumlah ± 250.000 orang. Dan itu ditambah lagi dengan 9.000 orang hamba Tuhan yang tergabung dalam Persekutuan Hamba-hamba Tuhan Garis Depan dari pelbagai denominasi yang meminta saya menjadi bapa-nya.

Ini hanyalah sekedar data; tetapi beberapa tahun yang lalu, saya hampir menangis karena sebagai orang yang pernah ditolak menjadi pendeta, justru kemudian saya dicalonkan sebagai ketua umum Sinode.

Saudara yang dikasihi Tuhan, itu adalah satu promosi dan multiplikasi, tetapi harganya memang luar biasa - sama seperti Ishak pada masa itu. Tetapi satu hal yang saya pegang, bahwa saya tidak pernah meladeni pertengkaran. Dan saya tahu pasti bahwa promosi dan peninggian itu datangnya dari Tuhan.

Alkitab katakan, “Bukan dari barat, bukan dari timur, bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi dari Tuhan, sebab Dia adalah Hakim! Direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.” (Mazmur 75:7–8). Tuhan Yesus yang mempromosikan kita! Haleluya!

Karena itu jangan salah persepsi dengan makna istilah ‘multiplikasi’ dan ‘promosi’. Saya kadang-kadang takut salah, sebab mereka pikir itu seenaknya sendiri. Firman Tuhan berkata, “Jangan ingin menjadi kaya” (1 Timotius 6:9).

Apakah Saudara mengerti akan hal ini? Maksudnya adalah jangan ingin menjadi kaya sebab menjadi kaya itu bukanlah tujuan melainkan dampak. “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak menambahinya.” (Amsal 10:22). Terutama bagi generasi muda dan saya disuruh Tuhan untuk terus menerus menyampaikan hal ini, sebab banyak dari mereka yang tidak memahaminya.


Pada waktu Tuhan Yesus diajak Iblis naik ke atas sebuah gunung yang tinggi dan kepada-Nya diperlihatkan kerajaan dunia serta segala kemegahannya. Iblis berkata kepada Tuhan Yesus, “Semuanya ini akan kuberikan kepadamu jika Engkau mau sujud menyembah aku”, tetapi Tuhan Yesus menjawab, “Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:9–10).

Jadi kalau hanya mau kaya itu mudah, sembahlah Iblis dan pasti jadi kaya meskipun dengan disertai berbagai perjanjian / ikatan. Tetapi bukan itu tujuan hidup kita! Tuhan pun bisa memberikan kekayaan, tetapi ingatlah: multiplikasi dan promosi itu semuanya datang dari Tuhan! Peganglah hal ini!

Jadi, kalau kita melihat ada orang yang diberkati dalam hal kekayaan, jangan langsung memuji sebab kita harus menyelidiki siapa dulu orang itu;

• bagaimana kehidupannya, dan

• bagaimana cara dia mencari uangnya?

Kalau tidak sesuai firman Tuhan, itu bukanlah multiplikasi dan promosi yang dimaksudkan. Kalau Saudara baca Alkitab, maka Saudara akan menemukan bahwa orang-orang yang mencari kekayaan dengan cara yang tidak benar, maka tidurnya saja pun susah.

Pengkotbah 2:26, “Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.”

Artinya, orang yang mencari kekayaan dengan cara yang tidak benar itu menimbun dan menimbun terus, tetapi kekayaannya tetap tidak sampai kepada anak-cucunya bahkan akhirnya yang menikmati justru orang lain. Dia hanya termenung, mungkin sambil gigit jari karena dia sudah mati-matian menimbun tetapi tidak bisa menikmati. Kalau Tuhan berjanji tentang multiplikasi dan promosi, bukanlah yang seperti itu! Yang jelas multiplikasi dan promosi dari Tuhan pasti mendatangkan damai sejahtera, sukacita, kebahagiaan dan keluarga yang diberkati Tuhan. Haleluya!

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, Minggu – 6 Maret 2011 di Senayan.

 

 

Gallery Foto

DSC01044 DSC05370 DSC07309 DSC_0230 P4191781 CIMG0003 PICT00001 (37) PICT0040 DSC00421 P5210797

Features

 

NEW MP3

Permohonan Doa














Security Code
  


 

Renungan

“Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus”. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”. (Kisah 1:5,8)


ROH KUDUS ADALAH SUMBER KUASA

Kita baru melewati Hari Raya Pentakosta. Roh Kudus dicurahkan atas orang-orang percaya sehingga murid-murid Kristus bergerak dalam kuasa Roh Kudus. Tanpa karya Roh Kudus di dalam kita, kita tidak bisa hidup di dalam kuasa Allah. Kekristenan kita menjadi lemah. Tuhan menegaskan, bahwa murid-murid Kristus adalah saksi yang harus memberitakan berita pengampunan dan pertobatan demi supaya  orang-orang lain diselamatkan oleh  penebusan-Nya. Karya Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya harus disaksikan oleh para murid kepada segala bangsa. Karena itu Tuhan Yesus menekankan para murid untuk menantikan janji Bapa, yaitu tinggal di Yerusalem sampai dipenuhi Roh Kudus.

Read more...

We have 24 guests online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday39
mod_vvisit_counterYesterday1755
mod_vvisit_counterThis week1794
mod_vvisit_counterLast week8676
mod_vvisit_counterThis month34504
mod_vvisit_counterLast month44372
mod_vvisit_counterAll days1329164